You are currently browsing the category archive for the 'Uncategorized' category.
Pertanyaan inilah yang sering terlontar atau kalau tidak mungkin mengganjal dalam benak sekian banyak orang.
Untuk menjawab ini, marilah kita berbincang –bincang sedikit dengan matematika yang katanya orang adalah basic of science. Khususnya dengan aljabar liner. Seperti yang ditulis Howard Anton dalam bukunya yang berjudul Liner Algebra
Disini akan bersama-sama kita bahas dengan bahasa yang lebih jelas dan memungkinkan orang yang tidak seberapa mendalami matematikapun bisa mengerti. Amiin
Pertama :Vektor dan Ruang Vektor.
Definisi I :
Jika n anggota N, maka disebut n bilangan terurut (ordeed n-tuple) adalah suatu barisan (a1, a2., a3, … an) . Himpunan yang terdiri daari semua n bilangan terurut disebut ruang –n atau dinotasikan dengan Rn
Definisi II
Misalkan V suatu himpunan obyek yang dilengkapi dengan operasi penjumlahan dan perkalian scalar real, Himpunan ini membentuk ruang vector jika untuk setiap U,V, W anggota V dan k, l bilangan real, berlaku:
1. U,V anggota V maka U + V anggota V (tertutup/closed)
2. U + V = V + U
3. (A + B) + C = A + (B + C)
4. pada V terddapat 0 sehingga V + 0 = 0 + V = V , Untuk semua V anggota V
5. Untuk setiap V anggota V terdapat –V anggota V sehingga V + (-V) = (-V) + V = 0
6. k V anggota V
7. k (U + V ) = k (U) + k (V)
8. (k +l ) U = k U + lU
9. k ( l U ) = (kl) U
10. 1 U = U
Jadi jika ada himpunan bilangan terurut dan memenuhi 10 syarat diatas maka disebut dengan Ruang Vektor. Anggota dari ruang vector disebut dengan Vektor.
Contoh (2,3) adalah vector pada ruang vector R2 karena R2 adalah ruang vector (karena telah memenuhi 10 syarat pada definisi II) dan (2,3) adalah anggota dari R2
Merentang
Definisi III
W disebut kombinasi linear dari V1, V2, V3, … , Vn jika W = k1V1+ k2V2+ … knVn dengan k1, k2 , … kn scalar.
Definisi IV
Misalkan S adalah himpunan vektor-vektor pada ruang vector yang beranggotakan V1, V2, V3, … , Vn , S dikatakan bebass linear jika k1V1+ k2V2+ … knVn = 0 hanya dipenuhi oleh k1 = k2 = … = kn = 0. Jika ada ki tidak 0 untuk i dari 0 sampai n maka S dikatakan tidak bebas linear.
Kedua : Basis dan Dimensi
Definisi V
Jika V adalah ruang vector dan S adalah himpunan vector-vektor pada ruang vector V, S disebut Basis pada ruang vector V jika S bebas linear dan S merentang V.
Definisi VI
Dimensi dari suatu ruang vector berhingga V adalah banyaknya anggota suatu Basis pada ruang vector V
Ketiga : Rn adalah Ruang vector berdemensi n
Setelah kita mengenal ruang vector seperti definisi diatas maka kita bisa butikan bahwa Rn adalah ruang vector.
Untuk syarat 1,2,3 dengan mengambil sebarang vector pada Rn misalkan U= (u1, u2, u3, … un) , V= (v1, v2, v3, … vn) dan W = (w1, w2, w3, … wn) maka
1. U,V anggota V maka U + V anggota Rn (tertutup/closed)
2. U + V = V + U
3. (A + B) + C = A + (B + C)
4. Vector nolnya (0, 0, 0, … 0)
5. misalkan U= (u1, u2, u3, … un) maka inversnya -U= (-u1, -u2, -u3, … -un) shg berlaku syarat no 5
Dengan mengambil sebarang scalar k maka berrlakuah syarat sebagai ruang vector no 6,7,8,9 terpenuhi
10. Unsur identitasnya adalah (1,1, 1, … 1)
Ok! sahabat, Rn untuk sebarang n terhingga bisa kita buktikan bahwa ia adalah ruang vector. Berapa demensinya ?
Dengan definisi V dan VI dengan sedikit operasi matematika akan kita dapatkan pada ruang vector Rn berdemensi n. Artinya disini memungkin kita untuk menyebut berrrrapapun bilangan n itu. Dengan kata lain maka ada ruang vector yang berdimensi berapapun yang kita sebut untuk mengganti n
atau
R1 berdemensi 1, R2,berdemensi 2, R3,berdemensi 3, R4 berdemensi 4, R5 berdemensi 5, dst , R100 berdemensi 100, … R1000 berdemensi 1000 dst
Keempat : Kehidupan alam Manusia
Tentang kehidupan kita ini, dan keberadaan suatu benda dilihat dari eksistensinya maka seluruh benda yang dapat kita indera dengan panca indera akan terkait dengan ketentuan ruang dan waktu. Ketentuan ruang maksudnya suatu benda (fakta yang terindera) bisa kita indera secara real jika fakta/benda itu berada pada ruang R3.(berdemensi 3) Contoh meja. Kursi. Buku dan segala apa yang bisa kita lihat dan kita raba adalah benda di ruang R3 . Jika kaitkan dengan waktu, artinya suatu benda yang sama pada saat yang berbeda merupakan berada para ruang Ruang dan waktu ini bisa bisa kita pandang sebagai vector pada rung vector R4. pandang sebagai
kalau kita nyatakan hanya berkutat pada R2, R3, maksimal pada R4
Keberadaan manusia pada koordinat (x,y,z,t) dengan x adalah posisi keberadaan kita pada sumbu X, y adalah keberadaan kita pada sumbu Y , z adalah keberadaan kita pada sumbu Z dan t adalah waktu yang selalu menyertai kita. Jadi keberadaan kita dan alam dunia ini sebenarnya berkutat pada ruang vector berdemensi 4 atau lebih jelasnya lagi pada R4
Jika kita abaikan keberadaan waktu yang selalu menyertai kita maka berarti kita berada pada R3 .
Jika pada R3 kita proyeksikan pada bidang datar XY maka berarti berada pada bidang datar R2. dst. Kesimpulannya : Manusia dan apa yang nampak oleh panca indera kita tidak lebih berada pada ruang R4
Kemudian muncul pertanyaan besar pada kita
- adakah penghuni R5 , R6 ,R7 … Rn ?
- Siapa yang menghuni R5 , R6 ,R7 … Rn ?
- Mengapa orang-orang barat tetap tidak percaya adanya alam selain alam dunia padahal mereka seperti HOWARD ANTON dalam Linear Algebranya meyakini bahkan bisa membuktikan eksistensi dari R5 , R6 ,R7 … Rn ?
Jawabnya adalah
- tentang adakah penghninya tentu kita lang sung bisa jawab pasti ada. Alasannya kita bisa menganalogkan bahwa jika pada alam berdemensi 3 atau 4 saja demikian banyak penghuni yang bisa kita saksikan. Seperti ada binatang, manusia, kursi, meja, dll tentu pada ruang yang dimensinya lebih besar akan lebih kompleks.
- tentang siapa penghuni alam tersebut ? kita tidak bisa memastikan dan merinci lebih jelas. Karena Alloh memberi keterbasan kita untuk menyaksikan, meraba merasakan, dll ( mengindera sesuatu hanya pada barang yang berada pada demensi maksimal 4. Maka sesuai kaidah berfikir bahwa berfikir adalah proses mengitkan fakta dengan fakta lain sehingga menimbulkan pemahaman baru maka siapa penghuni ruang berdemensi lebih dari 4 tersebut tidak bisa difikirkan. Karena sekali lagi syarat bahwa segala sesuatu bisa di fikikan adalah jika ada fakta yang terindera.
- Bagaimana menjawab pertanyaan itu tentu dengan iman kepada Alqur’an sebagai wahyu Alloh dalam Al qur’an. Surat AL Baqoroh: 3-4 “ yaitu orang-orang yang beriman kepada yang gaib dan mendirikan sholat dan dari sebagian rizki yang mereka terima mereka menafkahkan (menunaikan zakat)” Dari uraian itu memang Alloh sudah mengabarkan kepada kita bahwa memang Alloh menciptakan Alam gaib dan penghuninya yaitu makhluk gaib seperti jin dan malaikat. Tentang pada demensi berapa alam jin dan malaikat ? itu tidak bisa di fikirkan yang jelas Al qur’an telah mengabarkan itu dan matematika juga mengamini akan hal itu.
- Mengapa orang-orang barat seperti howard Anton tidak meyakini adanya hal-hal yang gaib? Jawabnya adalah buken mereka tidak meyakini, karena dalam bukunya sendiri begitu jelas menjelaskan eksistensi ruang yang berdemensi lebih dari 4. Atau dengan kata lain ada alam lain yang selain alam yang kita huni saat ini. Tetapi kata kuncinya adalah seperti yang di jelaskan dalam surat Al BAqoroh atau di surat yasin bahwa : Hati mereka telah terkunci “mereka(orang-orang kafir) hatinya buta, tuli tidak bisa menerima kebenaran.
Wallohu A’lam
Buku matematika digital terbitan diknas untuk SD kelas 1, 2, 3 ,4, 5 dan 6, tersedia di blg kami. . Silahkan di download gratis di sini. Mengingat jika dari sumbernya, http://bse.diknas.co.id sangat susah untuk di download. Semoga bermanfaat. Jangan lupa sambil sebanyak mungkin sebut Asma Alloh dan sholawat ke hadirat junjungan kita rosululloh Muhammad sholallohu alaihi wasallam. agar lebih bermanfaat dan barokah.
Matematika SD kelas 6
Selain buku dari diknas di bawah ini ada Modul Insan Kamil.
Untuk modul Tematik SD Islam Insan Kamil Tuban yang disusun oleh asatidz pengampu kelas masing masing silahkan download di bawah ini dengan gratis.
Kelas 1
Kelas 2
Kelas 3 Term 1 tema denah
Kelas 3 Term 1 tema penduduk1
Kelas 3 Term 1 tema pasar
Kelas 3 Term 1 tema lingkungan-sehat
Maaf untuk modul kelas 1 dan 2 belum ngeling. Masih diperbaiki. Setelah selesai download jangan lupa tinggalkan pesan untuk kami dan baca hamdalah
Assalaamu alaikm waroh matullohi wa barokatuh.
Saya sering ditanya oleh orang tua, Us anak-anak pakai buku apa? Terbitan apa? dll. Kami agak binging juga menjawab karena memang untuk memberi jawaban saya harus tahu dulu beberapa buku penerbit, dibandingkan dan kemudian memilih satu, sementara kami di Tuban tidak ada alernatif pilihan. Akhirnya kami menjawab: ” Sudahlah bu, buku apapun baik, setipa buku apsti punya kelebihan dan kekurangan. Ambil salah satu dan nantil kekurangannya akan kami tambah di sekolah”
Setelah kami ke surabaya dan bisa membandingakan beberapa buku maka memang benar, setiap buku punya kelebihan dan kekurangan sendiri-sendiri. Yang saling melengkapi. Tetapi tidak mungkin orang tua membelikan buku sekian banyak kepada anaknya.
Bertolah dari hal tersebut diatas maka akan kami berikan tips memilh buku matematika yang mungkin akan sangat membantu dan bermanfaat bagi ananda. dan kita semua
Pertama
Pilih buku yang secara konten menyajikan materi yang urut. Ini kami brikan pada no satu karena mengingat penting menyajikan materi secara urut dalam matematika. ternyata buku yang tersebar di pasaran banyak yang tidak memperhatikan ini. Suatu contoh buku saya sendiri yang saya pegang. Pada bab 1 operasi hitung bilangan . di sub 1 mengidentifikasi sifat operasi hitung yang isinya adalah sifat sifat operasi hitung pada bilangan. di sub 2 mengurutkan bilangan. ini kan terbalik mestinya bilangan itu di kenal dulu oleh anak, setelah itu baru sifat-sifatnya. materi Prasyaratnya itu mestinya didahulukan dan baru diikuti materi diatsnya.
Selain urut secara materi dengan mendahulukan materi prasyarat, juga usahakan memiih buku yan menyajikn satu materi dengan menyajikan hal yang sederhana kemudian ke secara tidak terasa menuju yang lebih kompleks(rumit)
Kedua.
Dari segi bahasa
Buku matematika yang baik selain materi harus runtut juga harus menggunaan bahasa matematika yang baku. Ini untuk melatih anak terbiasa dengan bahasa matematika, biasa menggunakan bahasa bahasa yang tepat, yang tidak multitafsir sesuai dengan kaidah Jelas, tegas, tetap dan tepat. Kriteria ini sangat mudah dilihat, walaupun bukan seorang yang betul-betul fafham matematika. Karena ciri bahasa matematika yang khas. Kriteria ini sangat membantu ananda dalam memahami soal cerita.
Annda kelas 3, 4,5 bahkan sampai kelas 6 kebanyakan kesulitandalam pemahaman soal cerita. Ini bisa diminimalisir dengan jika kita menggunakan buku yang memperhatikan bahasa matematika ini. Memanga tidak banyak yang memperhatikan kaidah ini karena dianggap kurang penting, atau memang penulis bukan dari sarjana matematika sehingga tidak kenal dengan bahasa yang biasa digunakan oleh orang matematika. Sebagai contoh buku yang saya pegang: Terbitan erlangga 4a hal 52 latihan 23 no 3 tertulis “Bibi mempunyai telur itik sebanyak 915 butir.” kalimat ini mestinya cukup bibi mempunyai telur itik 915. dst ini hanya contoh kecil. masih banyak contoh contoh kata yang kurang pas dengan kaidah pembuataqn kalimat matematika maupun kaidah pembuatan soal cerita dalam matematika yang masih muncul di buku-buku yang beredar.
Ketiga
Tampilan buku: Pilih buku yang hurufnya cukup besar dan spasinya besar (jangan spasi 1)anak kita bisa membaca sambil melakukan aktifitas yang lain bagi anak-anak yang aktif, warnanya jreng (menyolok) agar anak-anak kita tertarik dan senang untuk membacanya
pilih buku yang setip halamanya hanya memuat satu materi. Ini akan membuat ananda bisa mempelajari buku dengan santai namun detail. karena anak-anak dalam membaca sering terburu-buru. Ia sangant bernafsu untuk sesegaera mungkin membalik lembar demi lambar. Ia tidak peduli faham apa tidak apa yang mereka baca yang pnting selesai baca harus di balik.
Mungkin ini sedikit yang bisa saya berikan semoga bermanfaat. mohon komentar, kritik dan saran dari para pembaca untuk bisa memperbaiki tulisan ini. Jazakumulloh khoiron katsir. assalaamu alaikim warohmatullohi wa barokatuh
