Assalamu alaukum wr. wb.
Para pengunjung yang di rahmati Alloh, kali ini akan ana tulis cara membaca matematika. Walaupun bisa juga di pakai di lain disiplin ilmu, namun secara khusus naskah ini untuk membaca ilmu matematika dan derifatifnya. Kelemahan dari cara ini adalah lama (memakan banya waktu). Kadang kita membaca satu halaman buku matematika bisa satu atau dua pekan. Sehingga cara ini hanya efektif untuk membaca naskah yang bersifat “ilmu berat” bukan sekedar informatif dan tidak efektif untuk membaca cerita, novel, atau karya sastra yang lain.
Latar belakang
Latar belakang yang mendorong tulisan saya ini adalah bahwa karena melihat kemampuan anak didik saya sendiri yang kelihatannya berat di ilmu matematika. Saya berharap tulisan ini bermanfaat bagi para pembaca, karena bisa jadi kasus yang saya hadapi juga antum hadapi baik ketika mengajari anak-anak, atau anak didik ketika di sekolah. Tentunya diukur dengan kemampuan anak-anak yang kita hadapi.
Alasan lain karena melihat kemampuan matematika Orang Indonesia yang memang memprihatinkan. Laporan bulan Pebruari kemarin kita (Indonesia) menduduki rengking 2 di asia tenggara dari bawah. (Tak usah tanya siapa yang paling rendah yaa). saya berharap dengan cara membaca yang bener bisa sedikit memberikan sumbangsih.
Mengapa ana beri nama math reading? Karena di telinga kita sudah akab dengan speed reading (cara membaca cepat, untuk membaca karya sastra, atau bacan-bacaan ringan lainnya).
Membaca adalah salah satu cara mendapatkan ilmu. Dengan membaca kita akan mendapatkan banyak ilmu. Akan tetapi jika salah cara membaca kita maka kemungkinan ilmu yang kita dapatkan juga salah(miss konsep) atau paling kita tidak mendapatkan apa-apa kecuali hanya lelah dan waktu habis sia-sia.
Tips membaca matematika
Baca setiap kalimat dengan hati-hati dan diresapi.
Teliti setiap kata-kata(term) yang ada dalam kalimat yang kita baca. Kita pilih pilah mana yang undefine term, mana define term, mana aksioma dan mana yang teorema. Usahakan setiap define term kita temukan apa definisi dari kata atau istilah tersebut. Jika kita temukan dalam kalimat tersebut ada aksioma, dan teorema maka kita harus bisa menemukan bukti atas teorema tersebut.
Berikan sebanyak mungkin pertanyaan dari kalimat yang kita baca. dan kemudian jawablah pertanyaan tersebut.

Contoh: Jika kita memaca kalimat : “ Jajar genjang mempunyai empat sudut.
1. Baca setiap kalimat dengan hati-hati dan diresapi.

Bacalah dengan hatihati kalimat diatas. Cari hubungan antar kata pada kalimat tersebut. Apa hubungan Jajar genjang dengan sudut.
2. Teliti setiap kata-kata(term) yang ada dalam kalimat yang kita baca.
Dari kalimat contoh diatas jajar genjang adalah define term. Maka tugas kita sekarang definisikan apa itu jajar genjang? sampai “ketemu” undefined term.
Sudut adalah juga define term maka silahkan definisikan apa itu sudut? Cari referensinya.
“Jajar genjang mempunyai empat sudut” adalah aksioma. Maka pembaca harus berhenti sejenak dan memikirkan apa butinya Jajar gnjang mempuyai 4 sudut. Kalimat diatas tidak memuat teorema. Jika ada maka kita jua harus isa membuktikan teorema tersebut. Ini yang berat dan biasanya teorema besar hanya di sampikan di sekolah atas ata kampus. Di SD biasanya sampai definisi(define term) saja. Jika ada aksioma, paling hanya beberapa(sangat sedikit)
Berikan sebanyak mungkin pertanyaan dari kalimat yang kita baca. dan kemudian jawablah pertanyaan tersebut.
Contoh pertannyaan yang bisa kita ajukan:
Apakah persegi juga jajar genjang?
Apakah persegi panjang juga pesegi panjang? Dst.,
Tips diatas adalah tips yang singkat dan mudah walaupun tidak dipungkiri bahwa itu memerlukan banyak latihan. Seberapa trampil kita terapkan tips diatas sebesar itu pula yang bisa kita serap dari bacaan yang kita baca.

Ada pengalaman lucu ana tentang cara membaca ini, yaitu ketika ana masih kuliah di Univ. Negeri Malang, banyak dosenkqu yang mengatakan padaku dan teman-teman seangkatanku bahwa mahasiswa-mahasiswa sekarang banyak yang tidak bisa membaca. Saya merasa bingung atas kata-kata itu. Bagaimana mungkin belum bisa membaca koq bisa sampai kampus ini.
Setahun berlalu dari peristiwa itu dan ketika kami berdiskusi bersama di perpustakaan kami sepakat untuk membenarkan perkataan dosen kami Bpk Abdus Salam dan Bpk Rebo Hadisiswojo itu.

Demikian tulisan saya semoga bemanfaat. Mohon tanggapan, kritikan dll dr para pembaca.
Wassalaamu alaikum warohmatullohi wabarokatuh.