Beberapa tahun terakhir marak di kota-kota besar maupun kecil kursus-kursus “matematika” tentang cara berhitung dengan cepat. Mereka menghabiskan waktu untuk belajar berhitung cepat.
Kendati saat ini sudah ada alat-alat canggih untuk menyelesaikan perhitungan itu. sebutlah komputer, kalkulator, HP yang didalamnya juga ada kalkulator.
Jika kita berfikir kebelakang dari sejarahnya sebenarnya ilmu itu sudah di tinggalkan oleh pendahului kita beberapa puluh bahkan ratusan tahun yang silam. Taruhlah misalnya abakus atau yang lebih terkenal dengan sempoa adalah ilmu yang di kembangkan oleh orang-orang cina ratusan tahun silam karena mereka kesulitan dalam perhitungan dan belum ada alat yang bisa membantu pekerjaan mereka pada saat itu, sehingga diciptakan ilmu tersebut.
Sekarang karena sudah maraknya alat berhitung dan lebih canggih ( tidak hanya menghitung bilangan bulat) maka layak untuk ditanyakan :
1. Masih layakkah ilmu itu dipelajari dipandang dari sisi kemanfaatannya?
2.Jika dikorelasikan dengan matematika, apakah konsep itu masih sejalan ( tidak mengkabukan konsep matematika)?
3. Dari konsep efisiensi dan kemnfaatan lebih manfaat mana belajar hitung cepat dengan mengembangkan matematika murni yang sangat membantu kehidupan( seperti Fibonaci menciptakan deret fibonaci, Leibnitz menciptakan teori integral, pascal dengan segitiga pascalnya dll)?